3 Elemen Berlainan dalam Film Genre Fiksi Ilmiah dan Fantasi

Genre film mengandung kategori atau klasifikasi antara lain tema, plot, suasana. Film fiksi ilmiah atau science fiction (sci-fi) salah satu genre yang menggunakan penggambaran fenomena merujuk elemen imajinasi sains. Berarti tidak sepenuhnya sesuai pembuktian sains ilmiah.

Biasanya, genre fiksi ilmiah bercerita tentang bentuk kehidupan di planet lain, pesawat luar angkasa, cyborg, robot, perjalanan antargalaksi, atau teknologi lainnya. Ada pula film bergenre fantasi. Bedanya, film fantasi berhubungan dengan sesuatu yang tak memiliki dasar dalam sains atau fisika. Genre ini biasanya terususun dalam cerita yang tak mungkin dalam realitas.

Mengutip laman thescifi.net, fiksi ilmiah dan fantasi termasuk dalam genre spekulatif. Itu karena banyak elemen, karakter, dan latar dari fantasi dan spekulasi dibandingkan kenyataan dari kehidupan sehari-hari. Meskipun berada dalam satu linear, tapi kedua genre ini tetap berlainan. Merujuk artikel berjudul Science Fiction vs Fantasy: How Are Science Fiction and Fantasy Distinct? beberapa elemen membedakan film fiksi ilmiah dan fantasi.

Elemen film fiksi ilmiah

1. Sains

Sesuai dengan nama genre filmnya, fiksi ilmiah harus menggunakan unsur sains. Unsur ini menginformasikan nilai estetika visual yang dibangun dalam fiksi ilmiah. 

2. Teknologi

Film fiksi ilmiah selalu mengeksplorasi teknologi canggih, seperti perjalanan waktu atau pembangunan dunia yang mempertanyakan eksistensi manusia. 

3. Distopia

Fiksi ilmiah selalu mengeksplorasi tema distopia (tempat khayalan yang segala sesuatunya sangat buruk) di dunia yang sangat jauh. Nanti akan memiliki kesamaan mencolok dengan pertanyaan filosofis dan permasalahan moral yang dihadapi dalam dunia nyata. 

Elemen film fantasi

1. Makhluk mitos

Dunia fantasi memiliki ciri khas yang paling utama, yaitu adanya penghuni yang berupa makhluk mitos dan tidak ditemukan di dunia nyata.

2. Kekuatan supernatural

Karakter pada tokoh film fantasi seringkali mempunyai kekuatan magis atau supernatural, tanpa ada basis ilmiah yang rasional.

3. Pembangunan dunia yang kuat

Alur cerita yang dibangun dalam film bergenre fiksi fantasi ini cenderung mengesankan. Sejarah yang kompleks, bahasa, dan silsilah keluarga yang ditulis oleh penulis skenario sangat memukau.