Inflasi, Harga iPhone Naik Sampai 20 Persen di Jepang

Mulai Kamis 30 Juni 2022, berlaku harga baru untuk seluruh model iPhone yang dijual di Jepang. Beberapa menjadi bertambah mahal sampai 20 persen, yang dapat merefleksikan pelemahan yang sedang terjadi atas nilai mata uang Yen Jepang terhadap Dollar Amerika Serikat. Nilai Yen sudah merosot sekitar 15 persen sepanjang tiga bulan ini.

Model iPhone 13 Pro, misalnya, kini berharga 144.800 yen (atau setara Rp 16 juta) naik dari 122.800 yen (mendekati Rp 13,6 juta) untuk yang varian kapasitas penyimpanan 128 GB. Sedangkan model termurah iPhone yakni iPhone SE generasi 2022 telah naik menjadi 62.800 yen (Rp 6,9 juta) dari 57.800 yen (Rp 6,4 juta).

Seperti yang terlihat, harga iPhone di Jepang lebih rendah daripada di negara asalnya, Amerika Serikat. Sayang, pelemahan mata uang lokal yang terjadi telah berdampak melonjaknya harga barang-barang impor di negara itu. 

Kenaikan harga diputuskan Apple Jepang tak lama sebelum Apple diharapkan merilis seri terbaru iPhone tahun ini pada September nanti. Saat ini Apple Jepang hanya menaikkan harga iPhone. Model lain, atau produk dari lini lainnya, belum mengalami penyesuaian. Ini seperti Mac dan iPad.

Seiring dunia yang harus mengalami inflasi (dan berkurangnya pasokan) di banyak negara, wajar untuk perusahaan-perusahaan multinasional seperti Apple untuk menyesuaikan harga produknya dalam sebuah pasar spesifik. Mereka sejalan dengan naik turun nilai mata uang satu sama lain.

Meski harganya naik, penjualan iPhone di Jepang diyakini tak banyak terdampak. Riset terbaru menunjukkan permintaan untuk iPhone SE 2022 cukup kuat, terhitung 18 persen dari penjualan total smartphone di Jepang sepanjang April.